Kwarcab Banyumas dan Dinas Pertanian Perkuat Saka Taruna Bumi, Cetak Generasi Muda Peduli Pertanian dan Ketahanan Pangan
Purwokerto, 9 Juli 2026 – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas terus memperkuat pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega melalui pengembangan Satuan Karya (Saka) Pramuka yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta audiensi Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas sebagai instansi pembina Saka Taruna Bumi, Kamis (9/7).
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., didampingi Sekretaris Bidang Pembinaan Satuan Taryono, S.T., MPA., bersama jajaran Andalan Bidang Pembinaan Satuan. Audiensi tersebut merupakan bagian dari program monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada lima instansi pembina Satuan Karya Pramuka di Kabupaten Banyumas dalam rangka mengakselerasi program prioritas Ketua Kwarcab Banyumas untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Saka.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi, audiensi dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan Saka Taruna Bumi serta membahas peluang penguatan program yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Hal ini sejalan dengan komitmen Kwarcab Banyumas untuk menghadirkan wadah pembinaan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Saka Taruna Bumi merupakan satuan karya yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Melalui saka ini, anggota Pramuka diberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan praktis yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya pertanian dan ketahanan pangan. Di bawah pembinaan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Saka Taruna Bumi memiliki lima krida, yaitu Krida Tanaman Pangan, Krida Tanaman Perkebunan, Krida Tanaman Hortikultura, Krida Peternakan, dan Krida Perikanan.
Kelima krida tersebut menjadi sarana bagi anggota Pramuka untuk mengenal dan mengembangkan kompetensi di berbagai sektor pertanian secara lebih mendalam. Melalui Krida Tanaman Pangan, anggota Pramuka dapat mempelajari budidaya tanaman pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Krida Tanaman Perkebunan memberikan wawasan mengenai pengelolaan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sementara itu, Krida Tanaman Hortikultura membekali anggota dengan keterampilan budidaya sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias.
Selain itu, Krida Peternakan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan ternak yang baik dan berkelanjutan, sedangkan Krida Perikanan mengenalkan berbagai teknik budidaya ikan serta pengelolaan usaha perikanan yang produktif. Melalui lima krida tersebut, Saka Taruna Bumi diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran yang menarik sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam audiensi tersebut, dibahas pula berbagai peluang pengembangan program yang dapat melibatkan anggota Pramuka secara lebih aktif, seperti pelatihan budidaya pertanian modern, pengelolaan lahan produktif, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis pertanian. Program-program tersebut dinilai sangat relevan dalam mendukung upaya regenerasi pelaku sektor pertanian yang saat ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi ini merupakan upaya untuk merespons berbagai inisiatif dan inovasi yang dikembangkan instansi pembina dalam memperkuat pembinaan kepramukaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap satuan karya dapat berkembang sesuai dengan karakter dan tugas pokok instansi pembinanya. Melalui Saka Taruna Bumi, kami melihat peluang besar untuk membekali Pramuka Penegak dan Pandega dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan sektor pertanian di masa depan,” ujarnya.
Menurut Agus, keberadaan Saka Taruna Bumi tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota Pramuka, tetapi juga mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas dalam pembinaan Saka Taruna Bumi. Kehadiran saka ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal dunia pertanian, peternakan, dan perikanan secara lebih dekat. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa satuan karya memiliki peran strategis sebagai mitra instansi dalam mendukung pelaksanaan program dan pencapaian indikator kinerja utama.
“Satuan karya merupakan kepanjangan tangan instansi dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui berbagai krida yang dimiliki Saka Taruna Bumi, anggota Pramuka dapat memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan terarah. Selain itu, semakin banyak pilihan satuan karya yang tersedia akan memberikan kesempatan lebih luas bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memenuhi salah satu syarat pencapaian Pramuka Garuda golongan Penegak,” tambahnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kwarcab Banyumas berharap sinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas semakin kuat sehingga Saka Taruna Bumi dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan yang inovatif, produktif, dan diminati generasi muda. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, Saka Taruna Bumi diharapkan mampu melahirkan Pramuka yang tidak hanya berkarakter dan berjiwa kepemimpinan, tetapi juga memiliki keterampilan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kwarcab Banyumas untuk terus memberikan ruang pembinaan yang luas bagi Pramuka Penegak dan Pandega melalui penguatan Satuan Karya Pramuka. Dengan dukungan berbagai instansi pemerintah, Gerakan Pramuka Banyumas optimistis dapat mencetak generasi muda yang tangguh, terampil, berdaya saing, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.















