Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah 2026 di Kwarcab Banyumas menjadi bukti bahwa pendidikan kepramukaan terbaik lahir dari keringat pengabdian di tengah masyarakat. Melalui kerja keras selama tiga hari berturut-turut (Jumat–Minggu, 4–6 September 2026), sebanyak 321 anggota Pramuka menggembleng diri dalam Kemah Bakti yang menyasar fasilitas publik Desa Silado, Kecamatan Sumbang.
Aksi nyata ini selaras dengan Pesan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Mabida, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang dibacakan oleh Bupati Banyumas selaku Ketua Mabicab. Pesan tersebut menekankan pentingnya prinsip “Ngopeni” (merawat dan peduli) serta “Nglakoni” (bekerja keras melalui aksi nyata). Nilai-nilai inilah yang diterjemahkan secara langsung oleh Kak Hufron dari Bidang Abdimas Kwarcab Banyumas di lapangan.
Kak Hufron mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik seperti penanaman pohon, pengecatan jembatan, perbaikan tugu batas desa, hingga pembersihan pemakaman umum bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan media pembentukan mental bersosialisasi bagi generasi muda.
“Adik-adik Pramuka kami ajarkan untuk menjiwai Dhasadharma secara nyata. Saat 321 personel dibagi menjadi tiga tim—ada yang merawat makam tua desa, ada yang mengecat jembatan warga, dan ada yang menjaga kebersihan lapangan—mereka sedang mempraktikkan etika kepedulian,” ungkap Kak Hufron.
Melalui sentuhan pengorganisasian Abdimas dan dedikasi 321 personel Pramuka, Kemah Bakti ETK 2026 berhasil membuktikan bahwa Pramuka Jawa Tengah bukan sekadar tanggap dalam seremonial, melainkan kokoh dalam karakter, santun dalam pengabdian, serta senantiasa mengabdi tanpa henti.














