Aksi nyata pelestarian lingkungan menjadi puncak keteladanan dalam rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Banyumas. Bertempat di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang, penanaman bibit pohon penghijauan dilaksanakan secara bergotong royong oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh kepramukaan.
Aksi penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas didampingi Wakil Bupati Banyumas, Ketua Kwarcab Banyumas, Tim Juri ETK Kwarda Jawa Tengah, Camat Sumbang, serta Kepala Desa Silado. Penanaman bibit pohon peneduh ini dijadwalkan tepat setelah penyerahan sembako kepada warga dan sebelum Upacara Timbang Terima Pasukan ETK dimulai.
Gerakan penanaman pohon ini menjadi manifestasi langsung dari pembacaan Sambutan dan Pesan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Mabida, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang dibacakan oleh Pembina Upacara. Dalam pesannya, Gubernur menekankan pentingnya prinsip Ngopeni atau merawat dan peduli sebagai wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape perjalanan.
Bupati Banyumas menyampaikan bahwa penanaman pohon di Lapangan Silado ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan arahan Ketua Mabida Jawa Tengah. Menurutnya, Pramuka tidak hanya sekadar mendengarkan amanat merawat bumi, melainkan langsung mempraktikkannya di lapangan melalui penanaman pohon bersama seluruh unsur pimpinan daerah.
Tim Juri Kwarda Jawa Tengah turut mengapresiasi korelasi erat antara aksi penghijauan di lapangan dengan pesan resmi Mabida. Penanaman pohon ini dinilai sukses membuktikan bahwa ETK 2026 di Banyumas berhasil menyatukan amanat Gubernur dengan aksi ekologis yang nyata.














