Rangkaian Perkemahan Wirakarya Cabang (PWC) Banyumas 2026 kembali menunjukkan perannya dalam pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari “Giat Khusus”, pihak penyelenggara mengadakan program Pembinaan UMKM Masyarakat Desa dan Sertifikasi Halal yang bertempat di Joglo Desa Kedondong pada Sabtu (27/6/2026).
Berlangsung pada sore hari, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat serta peserta PWC. Giat khusus ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas.
Fokus utama dari sesi pemberdayaan ekonomi ini adalah memberikan pembinaan komprehensif bagi para pelaku UMKM desa agar usahanya dapat terus berkembang dan bersaing. Para peserta mendapatkan materi pengenalan manajemen usaha yang baik dan efisien, mulai dari proses produksi hingga strategi pemasaran.

Salah satu topik yang paling menyita perhatian warga adalah edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal. Narasumber dari BAZNAS memberikan penjelasan rinci mengenai alur dan tata cara pengurusan sertifikasi halal untuk produk-produk lokal. Legalitas dan jaminan kehalalan ini dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar UMKM Desa Kedondong.
“Dengan adanya pemahaman tentang manajemen usaha dan sertifikasi halal, kami berharap produk-produk lokal dari desa ini bisa ‘naik kelas’. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Gerakan Pramuka dalam memajukan perekonomian masyarakat,” ungkap perwakilan panitia PWC Banyumas 2026.
Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana para pelaku UMKM antusias berdiskusi dan menggali informasi lebih dalam terkait kendala yang sering mereka hadapi di lapangan. Melalui Giat Khusus ini, PWC Banyumas 2026 membuktikan bahwa bakti Pramuka tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, melainkan juga menyentuh aspek kemandirian ekonomi warga.














