
Semangat pelestarian lingkungan mewarnai Lapangan Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja. Bertepatan dengan rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya Cabang (PWC) Banyumas, Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kwarcab Banyumas sukses menggelar aksi bakti lingkungan berupa penanaman ratusan pohon pada Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang dihelat untuk memperingati Hari Tunas Tahun 2026 ini mengusung tema “Bertunas dalam Pengabdian Bertumbuh untuk Kelestarian”. Aksi penanaman dimulai pukul 08.00 WIB dan melibatkan sekitar 100 peserta, yang terdiri dari perwakilan Pramuka Penegak (dua orang dari masing-masing sangga PWC) serta sejumlah utusan dari Kwartir Ranting (Kwarran).
Wakil Ketua Bidang Abdimas, Kak Kristanto, hadir membuka kegiatan mewakili Ketua Kwarcab Banyumas, sekaligus mendampingi peserta hingga acara usai. Penggabungan agenda Abdimas dengan perkemahan ini merupakan wujud nyata dari harapan Ketua Kwarcab untuk membangun kolaborasi lintas bidang antar pengurus, sekaligus meningkatkan efektivitas waktu bagi para peserta yang berasal dari berbagai Kwarran.
Turut hadir turun langsung ke lapangan unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Majelis Pembimbing Desa (Mabisa), dan jajaran Kwarran Sokaraja.
Dalam aksi penghijauan ini, kurang lebih 300 bibit pohon ditanam di area yang telah ditentukan di sekitar Lapangan Utama dan Desa Kedondong. Beragam bibit yang ditanam meliputi 25 pohon tabebuya, 25 mangga, 25 alpukat, 25 jengkol, 25 sawo kecik, 10 salam, serta tambahan bibit pucuk merah dan rambutan.
Secara khusus, dilakukan pula penanaman 15 bibit pohon kedondong secara simbolis oleh para tokoh yang hadir.
Kak Kristanto dalam arahannya menegaskan bahwa langkah ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kegiatan penanaman pohon yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar seremonial. Pohon yang kita tanam merupakan simbol harapan, kepedulian, dan investasi bagi masa depan. Pohon akan memberikan manfaat yang besar, mulai dari menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, hingga menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tegas Kak Kristanto.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pemilihan pohon kedondong sebagai penanda khusus kegiatan tahun ini. “Terkhusus pada hari ini, kita melaksanakan kegiatan di Desa Kedondong. Maka dari itu, salah satu kenang-kenangan yang kita tanam pada hari ini adalah pohon kedondong, sebagai simbol desa dan pengingat bahwa Kwarcab Banyumas pernah melaksanakan kegiatan bakti di sini,” imbuhnya.
Melalui penanaman pohon ini, Pramuka Banyumas berharap jejak hijau yang ditinggalkan dapat terus bertumbuh subur, memberikan naungan, dan menjadi saksi bisu dari semangat pengabdian yang tak pernah padam.














