Gerakan kepanduan Pramuka menggema di GOR Satria Purwokerto. Festival Pramuka Banyumas Tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu, 9 September 2026, dalam sebuah momentum yang dirangkai dengan Launching Saka Cinta Rupiah. Kegiatan yang berlangsung selama 9–10 September 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pramuka Tingkat Jawa Tengah.
Festival ini hadir sebagai perhelatan kepramukaan, sekaligus menjadi ruang bertemunya kreativitas, edukasi, kewirausahaan, seni, budaya, dan kolaborasi. Selama dua hari, insan Pramuka dan masyarakat Banyumas dan Jawa Tengah dapat menikmati beragam kegiatan yang dikemas dalam suasana meriah dan terbuka untuk masyarakat.
Energi Festival Pramuka Banyumas 2026 bahkan telah terasa sejak sebelum acara utama dimulai. Adik-adik Penggalang SMP Negeri 1 Jatilawang membuka rangkaian kegiatan dengan penampilan Semaphore Dance dan Flashmob. Perpaduan gerakan, musik, dan kekompakan tersebut menjadi gambaran wajah Pramuka yang tidak hanya disiplin dan terampil, tetapi juga kreatif, berani, dan mampu beradaptasi.
Rangkaian pembukaan kemudian berlangsung khidmat melalui laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Waka Humastika Kwarcab Banyumas, Kak Budi Nugroho, S.STP., M.Si.
Festival Pramuka Banyumas 2026 juga menjadi panggung kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan melalui sinergi Gerakan Pramuka bersama Bank Indonesia Purwokerto dalam penguatan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah kepada generasi muda.
Melalui kolaborasi tersebut, semangat mencintai Rupiah tidak berhenti pada pemahaman tentang alat pembayaran, tetapi diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menjadi bagian penting dalam pembukaan festival. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyumas, yang juga merupakan Waka Bidang Orhum kwarcab banyumas, Kak Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Festival Pramuka Banyumas Tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kak Prof. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., hadir memberikan sambutan, arahan, dan motivasi kepada seluruh peserta. Kehadiran pimpinan Gerakan Pramuka Jawa Tengah tersebut semakin memperkuat pesan agar gerakan kepramukaan terus bergerak maju, membangun kolaborasi, dan menjadi ruang pembentukan generasi muda yang siap mengambil peran.
“Luar biasa, keren sekali, apresiasi untuk Kwarcab Banyumas yang telah menyelenggarakan Festival Kepramukaan hari ini. Kami juga mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Kwarcab Banyumas yang telah berkenan menjadi Tuan Rumah Hari peringatan Pramuka ke 65 se-Jawa Tengah.” ujar Kak Budi.
Puncak pembukaan ditandai dengan Launching Saka Cinta Rupiah oleh Kak Aswin Gastina. Prosesi simbolisasi dilakukan melalui pelepasan balon, pembukaan logo Saka Cinta Rupiah, dan penekanan tombol launching secara bersama-sama. Ketiga prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya sebuah gerakan baru sekaligus harapan agar semangat Cinta Bangga Paham Rupiah semakin kuat di kalangan generasi muda.
Selama dua hari, GOR Satria Purwokerto menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati berbagai aktivitas menarik yang telah disiapkan. Pengunjung dapat menyaksikan dan menikmati pameran kuliner, kerajinan, bazar sembako, edukasi keuangan dan Cinta Bangga Paham Rupiah, pertunjukan seni dan budaya, hingga berbagai produk UMKM Pramuka.
Festival juga menghadirkan beragam agenda kepramukaan dan kreativitas, di antaranya Launching Saka Cinta Rupiah, Talk Show Kewirausahaan, Festival Kehumasan Kendalisada, Scout Dance Competition, Festival Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka, Welcoming Night, serta pameran Produk UMKM Pramuka.
Tak kalah istimewa, rangkaian kegiatan juga menjadi bagian dari Upacara Hari Pramuka Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah, sehingga Festival Pramuka Banyumas menjadi salah satu momentum penting bagi insan Pramuka di Jawa Tengah untuk berkumpul, bersilaturahmi, berbagi inspirasi, dan merayakan semangat kepramukaan.
Kehadiran berbagai stan dan aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Pramuka memiliki potensi yang luas. Tidak hanya dalam pendidikan karakter dan keterampilan, tetapi juga dalam pengembangan kewirausahaan, kreativitas, komunikasi, literasi keuangan, seni, budaya, serta pemberdayaan masyarakat. Festival Pramuka Banyumas 2026 terbuka bagi seluruh insan Pramuka dan masyarakat Banyumas. Tidak dipungut biaya untuk memasuki area pameran, sehingga masyarakat dapat datang bersama keluarga, menikmati berbagai sajian dan pertunjukan, sekaligus mengenal lebih dekat potensi Gerakan Pramuka Banyumas.

















