Meski rombongan pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cilacap masih dalam perjalanan menuju lokasi, kemeriahan sudah terpancar kuat di SPPG Cindaga, Kebasen, pada Jumat, 4 September 2026. Ratusan warga sekitar berbondong-bondong memadati area lapangan sejak pagi untuk menikmati pertunjukan seni tarian dalam pra-acara penyambutan.
Atmosfer keceriaan menyelimuti lokasi acara ketika iringan musik tradisional dan lekuk tarian membahana di panggung pra-acara. Anak-anak sekolah, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat pemerintah saling berinteraksi menikmati sajian budaya yang disiapkan panitia lokal Kebasen.
Melihat tingginya partisipasi publik, Ketua Kwarcab Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, S.Sos., M.Si., M.Kom., mengaku terkesan dengan antusiasme warga yang memenuhi area pra-acara bahkan sebelum pasukan utama tiba.
“Luar biasa antusiasme warga Kebasen hari ini. Pasukan ETK memang belum tiba di lokasi, namun suasana pra-acara di SPPG Cindaga ini sudah seperti pesta rakyat. Warga terhibur dengan tarian yang disajikan, dan kehadiran para kepala dinas serta camat membuat suasana pra-acara ini makin hangat dan semarak. Kami sangat mengapresiasi dukungan semua pihak,” ungkap Kak Agus.
Kegiatan pra-acara ini terbukti efektif menjadi wadah rekreasi edukatif bagi warga setempat. Anak-anak dan remaja yang hadir dapat menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai kebudayaan lokal dipadukan dengan tradisi kepramukaan.
Kemeriahan di SPPG Cindaga Kebasen ini menandai bahwa gelaran Estafet Tunas Kelapa di Banyumas tidak sekadar seremonial formal. Melalui kemasan pra-acara yang inklusif dan merakyat, tradisi ini sukses menyatukan seluruh komponen masyarakat Banyumas dalam satu gelombang kegembiraan.














