Dari Belajar ke Aksi, Pramuka Tambak Bergerak Manfaatkan Lorong Sanggar untuk Berkebun sebagai Dukungan Program Edukatif Pangan
Kwartir Ranting (Kwarran) Tambak menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sekaligus menyelenggarakan Hari Kesadaran Pangan bagi Pramuka Penegak-Pandega Kwarran Tambak. Kegiatan yang dikemas secara produktif dan edukatif tersebut berlangsung pada Jumat (14/8/2026), dengan pusat kegiatan di Halaman Kecamatan Tambak dan Sanggar Bakti Kwarran Tambak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung khidmat di Halaman Kecamatan Tambak. Usai upacara, semangat kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sebanyak 5 pangkalan SMA/SMK/MA dan 2 Satuan Karya mengikuti aksi bakti kebersihan lingkungan, yang dilaksanakan secara serentak di masing-masing pangkalan sebagai bentuk cinta lingkungan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan sekaligus menumbuhkan kepedulian anggota Pramuka terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Semangat aksi nyata Pramuka Tambak semakin diperkuat pada siang harinya. Sebanyak 17 orang anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang terdiri dari 11 anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Tambak dan 6 anggota Saka Kencana Kwartir Ranting Tambak mendapat kesempatan emas untuk mengikuti sesi edukasi dan praktik mengoptimalkan lahan kosong. Sesi ini dipandu langsung oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum (Waka Orhum) Kwartir Ranting Tambak, Kak Anhar Ngasifudin, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam pemaparannya, Kak Anhar tidak hanya membagikan pengalaman praktis dalam bercocok tanam, tetapi juga menyuntikkan inspirasi dan motivasi mendalam bagi para peserta. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan dari lingkup terkecil. Kak Anhar membuktikan bahwa dari lahan kosong dapat menjadi kebun terbuka yang mampu menyediakan berbagai macam sayur, bahan dapur, tanaman obat keluarga bahwa beberapa buah yang dapat mencukupi kebutuhan dapurnya. Kak Anhar juga memotivasi kepada peserta kegiatan, agar memulai dari hal-hal yang bisa dimanfaatkan.
“Generasi muda, khususnya anggota Pramuka, jangan pernah merasa malu atau minder saat menanam dan memanfaatkan lahan kosong. Justru ini akan menjadi langkah kecil untuk mengolah ketahanan pangan, ingatlah bahwa ketika kita melakukan sesuatu hal dengan sungguh-sungguh usaha itu akan membuahkan hasil. Entah itu harus melewati percobaan yang keberapa” tegas Kak Anhar di hadapan para peserta.
Setelah mendapatkan edukasi dan pembekalan teori, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hasil pengelolaan pangan lokal. Beberapa komoditas sayuran segar, seperti kangkung, sawi, dan terong, dibagikan kepada para peserta sebagai bukti nyata keberhasilan dan manfaat langsung dari pemanfaatan lahan secara optimal. Pembagian hasil panen ini sekaligus bertujuan mengenalkan pentingnya pemanfaatan pangan lokal, mendorong peserta untuk memanfaatkan lahan di lingkungan masing-masing, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan sejak dini.
Memasuki waktu sore hari, para peserta yang terdiri atas Dewan Kerja Ranting Tambak dan Dewan Saka se-Kwartir Ranting Tambak, termasuk anggota Saka Kencana, mulai mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh melalui kegiatan penanaman pangan. Mereka memanfaatkan lahan kosong di sekitar Sanggar Bakti Kwartir Ranting Tambak untuk dikembangkan menjadi kebun mini lokal.
Dengan memanfaatkan area di samping sanggar yang sebelumnya belum digunakan secara optimal, para peserta menata lorong sempit di sekitar bangunan menjadi ruang produktif untuk bercocok tanam. Keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan. Mereka bahu-membahu menanam berbagai tanaman pangan dengan memanfaatkan botol plastik bekas dan galon bekas sebagai wadah media tanam, sehingga selain menghasilkan pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah plastik dan menerapkan prinsip pemanfaatan kembali barang bekas.
Kegiatan tersebut menjadi praktik sederhana sekaligus contoh nyata bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui pemanfaatan lahan yang terbatas, termasuk lorong dan sudut-sudut kosong, anggota Pramuka diajak untuk kreatif mengelola ruang yang tersedia menjadi lahan produktif. Kebun mini ini diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga menjadi salah satu contoh pemanfaatan lahan sederhana di lingkungan Sanggar Bakti Kwarran Tambak.
Melalui aksi “Pramuka Tambak Bergerak” ini, diharapkan semangat pemanfaatan lahan produktif dapat ditularkan ke seluruh pangkalan sekolah dan lingkungan masyarakat di wilayah Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas.
#lombaberitasingkat #festivalkehumasankendalisada26 #kwarcabbanyumas #ETK2026 #banyumasmeluETK
Kontributor Berita : Matar Evan Arkananta Falah
Asal : Saka Kencana














