BANYUMAS, 24 Agustus 2026 — Asap tipis mengempul di sudut Bumi Perkemahan (Buper) Kendalisada saat puluhan pembina Pramuka se-Kabupaten Banyumas beradu kreativitas mengolah bahan pangan di alam terbuka pada Sabtu sore (22/8/2026).
Kegiatan Lomba Masak Rimba ini merupakan salah satu cabang kompetisi utama dalam ajang Scouting Skill Competition Pembina Pramuka yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas. Ajang tahunan untuk menyemarakkan Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026 ini mengusung tema besar “Semarak Hari Pramuka Ke-65 Tahun 2026 dan Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam perlombaan yang berlangsung menjelang senja tersebut, para peserta ditantang memasak menggunakan peralatan terbatas serta bahan pangan lokal di area perkemahan. Lomba ini tidak hanya menguji keahlian bertahan hidup (survival), tetapi juga melatih efisiensi, kebersihan, dan kreativitas pembina dalam menyajikan hidangan bergizi di tengah keterbatasan fasilitas lapangan.
Salah satu peserta lomba perwakilan pembina, Kak Desi, menyampaikan kesan dan pentingnya makna perlombaan ini bagi peran pembina Pramuka di sekolah.
“Lomba Masak Rimba ini mengajarkan kita untuk tidak bergantung pada alat modern dan makin menghargai potensi pangan lokal di sekitar kita. Pengalaman berharga ini siap kami bagikan kepada adik-adik Penggalang di gugus depan agar mereka terlatih mandiri, kreatif memanfaatkan bahan alam, serta siap mendukung gerakan swasembada pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Kak Desi di lokasi perlombaan.
Melalui penyelenggaraan Lomba Masak Rimba di Buper Kendalisada ini, Kwarcab Banyumas sukses memantapkan langkah organisasi dalam menguatkan kecakapan hidup para pembina. Pembina yang mandiri dan inovatif dipandang sebagai pilar utama dalam mencetak generasi muda Pramuka yang berkarakter, tangguh, serta siap mengawal kemandirian bangsa.
Pewarta: Wahyudin, S.Pd.














