Pangan merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi agar kehidupan manusia itu sendiri dapat berlangsung secara layak dan pantas. Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah asupan makanan yang berasal dari buah-buahan, diantaranya adalah melon. Mengkonsumsi buah melon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya mencegah peningkatan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit, memperlancar pencernaan, mengatur mood dan membuat tidur lebih nyenyak, serta baik untuk memenuhi nutrisi untuk ibu hamil.
Karangtalun Kidul, Selasa, 25 Agustus 2026, anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Purwojati bersama dua pembina dari Kwarran Purwojati yaitu Kak Megawati dan Kak Nandita mengunjungi Zizi Hidroponik untuk menyaksikan secara langsung dan mempelajari proses budidaya melon hidroponik dalam mendukung swasembada pangan sebagai usaha petani lokal.
Budidaya melon hidroponik kini telah berkembang sangat pesat, tidak hanya sekadar hobi saja, tetapi juga sudah menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan yang mampu menghasilkan buah premium dengan kualitas luar biasa dan diharapkan mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang fantastis. Di tengah anggapan bahwa menanam melon membutuhkan lahan luas, serta perawatan rumit dengan insektisida dan fungisida banyak, fakta di lapangan justru berkata sebaliknya. Melalui metode hidroponik, melon bisa tumbuh subur, rapi, dan berbuah optimal bahkan tanpa menggunakan insektisida sama sekali. Menariknya lagi, keberhasilan budidaya ini tidak lepas dari peran media sosial sebagai sumber belajar sekaligus inspirasi.
Dari unggahan sederhana, diskusi di kolom komentar, hingga praktik langsung di lapangan, modal belajar dari media sosial ternyata mampu membawa petani pemula menuju panen melon berkualitas. Salah satu contoh praktik sukses datang dari Pak Suratno, ditengah kesibukannya sebagai tenaga pengajar di SD Negeri Karangtalun Lor yang sudah ditekuninya selama tiga tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa sistem hidroponik khususnya DFT dapat menjadi solusi budidaya melon yang efisien, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan. Hidroponik sendiri merupakan teknik budidaya tanaman tanpa tanah dengan mengandalkan larutan nutrisi sebagai sumber hara utama. Sementara itu, sistem DFT (Deep Flow Technique) memungkinkan akar tanaman terendam nutrisi secara stabil, sehingga pertumbuhan lebih terkontrol.
Dengan modal seadanya dan berbekal ilmu yang sudah didapatnya, Pak Suratno memberanikan diri untuk membangun greenhouse berukuran 5×6 meter. Dengan niat dan tekad serta semangat yang luar biasa demi kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang cemerlang. Setelah tiga tahun berjalan, kini Pak Suratno
memiliki tiga greenhouse yang diperkirakan memiliki tanaman melon sejumlah 1.410 tanaman.
Pak Suratno juga menanam beberapa varietas melon dalam setiap greenhousenya, diantaranya adalah varietas Golden Aroma, Inthanon, Honey Globe dan Dalmation. Dari berbagai jenis melon yang ada, Melon Golden Aroma menjadi salah satu varietas yang cukup menarik perhatian. Sesuai namanya, melon ini memiliki warna kulit kuning keemasan dengan aroma harum yang khas saat sudah matang. Melon Golden Aroma tidak hanya menggoda dari tampilannya, tetapi juga memiliki rasa manis yang lembut serta tekstur daging buah yang juicy.
Menurut beliau, sebelum kita memutuskan untuk terjun menjadi petani melon, kita harus memahami target pasar yang sedang diminati masyarakat pada saat ini. Untuk apa menghasilkan produk dalam jumlah banyak apabila produk tersebut sulit untuk dipasarkan dan dijual pada masyarakat umum.
Selama kunjungan berlangsung, DKR Purwojati aktif dalam bertanya jawab dan diskusi tentang penanaman melon hidroponik yang dilakukan oleh Pak Suratno. Dari keberhasilan yang sudah diraih oleh Zizi Hidroponik dalam bertanam melon hidroponik, kita dapat mengambil hikmah bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan, baik dari segi waktu, tenaga, dan biaya. Hal ini menjadi inspirasi bagi para DKR Purwojati dan diharapkan ilmu yang sudah didapatkan pada saat ini dapat diterapkan dan dikembangkan dikemudian hari untuk meraih masa depan yang cerah dan gemilang.
#lombaberitasingkat
#festivalkehumasankendalisada26
#kwarcabbanyumas
#ETK2026
#banyumasmeluETK
Pewarta: Usniyawati, S.Pd.














