PURWOKERTO BARAT – Lahan seluas 1.000 m2 yang sebelumnya kurang produktif di sisi barat Asrama Putra Harapan, Purwokerto Barat, kini bertransformasi menjadi kawasan pertanian terpadu yang bernama PH Farm. Integrative Farming adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan beberapa usaha tani seperti tanaman, pertenakan, perikanan dan pengolahan limbah, yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.Awal berdirinya PH Farm bermula dari inisiatif yayasan yang membeli kebun yang tidak terawat secara optimal. Lahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan dalam satu siklus yang saling melengkapi. Limbah peternakan diolah kembali menjadi pupuk organik, sehingga mengurangi limbah sekaligus menyuburkan tanah. Sistem ini menjadi bukti bahwa pertanian ramah lingkungan dapat diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara terintegrasi.Hasil Panen Bantu Tekan Dampak Kenaikan HargaDirektur Lembaga Pendidikan Anak (LPA) Putra Harapan sekaligus pengelola PH Farm, Sumihati, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian dan peternakan dilakukan secara rutin setiap hari. “Tanaman dan ternak dirawat secara berkelanjutan agar tetap sehat, produktif, dan mampu menghasilkan pangan yang berkualitas,” ujarnya, saat diwawancarai pada Jumat, 28 Agustus 2026.Lebih lanjut, Sumihati menyatakan bahwa keberadaan PH Farm tidak hanya berdampak bagi internal di asrama, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. “Ketika harga bahan pangan mengalami kenaikan, hasil panen dari PH Farm setidaknya dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan sekitar,” ujarnya. Meskipun skala produksi belum besar, akan tetapi langkah tersebut menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.Inspirasi bagi Pramuka Penegak Ibnu Sina & FatimahStrategi Integrative Farming yang dijalankan PH Farm sejalan dengan semangat tema nasional Hari Pramuka ke-65, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Keberhasilan ini menginspirasi Tim Pramuka Golongan Penegak Ibnu Sina & Fatimah dari SMA Boarding School Putra Harapan. Mereka melihat bahwa pengelolaan lahan produktif tidak memerlukan teknologi mahal, melainkan kemauan, konsistensi, dan pemanfaatan sumber daya secara bijak.Melalui keteladanan PH Farm, para Pramuka Penegak diharapkan mampu memelihara konsep serupa di lingkungannya masing-masing. Keterlibatan generasi muda dalam pertanian terpadu menjadi salah satu kunci untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus menjaga kelestarian bumi.Swasembada Dimulai dari Langkah KecilPH Farm membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya dianggap kurang bermanfaat juga dapat diubah menjadi sumber pangan yang produktif. Penerapan Integrative Farming menunjukkan bahwa kedaulatan pangan dapat dimulai dari skala kecil, asalkan dikelola dengan sistem yang tepat dan berkesinambungan. Langkah sederhana ini diharapkan menginspirasi masyarakat secara luas, khususnya generasi muda, untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.#lombaberita #festivalkehumasankendalisada26 #kwarcabbanyumas #estafettunaskelapa2026 #ETK2026 #banyumasmelueETK
Pewarta: Akhtar Filmi Anggara














