KARANGTALUN KIDUL — Dewan Kerja Ranting (DKR) Purwojati yang beranggotakan lima orang, didampingi Andalan Ranting Urusan Humas, Kak Nandita Widyatmoko, serta Bendahara Kwarran, Kak Megawati Purwaningrum, S.Pd.SD., melakukan kunjungan ke Zizi Hidroponik, Karangtalun Kidul, pada Selasa (25/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung budidaya melon hidroponik sebagai upaya mendukung swasembada pangan.
Dalam kunjungannya ke Zizi Hidroponik, Dewan Kerja Ranting (DKR) Purwojati tampak begitu antusias mengamati proses budidaya serta melontarkan berbagai pertanyaan terkait penanaman melon hidroponik kepada Bapak Suratno selaku pemilik Zizi Hidroponik. Pertanyaan tersebut meliputi cara pemberian nutrisi, proses perawatan tanaman, penyerbukan bunga secara manual, hingga cara mengetahui melon yang telah memasuki masa siap panen.
Dalam kunjungan kali ini, anggota DKR Purwojati juga berkesempatan memetik beberapa varietas melon dan mencicipinya secara langsung. Kegiatan tersebut berlangsung dengan antusias dan mendapat apresiasi dari Bapak Suratno, Kak Megawati Syaningsih, dan Kak Nandita Widyatmoko.
Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi anggota DKR untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan tentang budidaya melon hidroponik sebagai salah satu upaya mendukung swasembada pangan. Selain mendapatkan pengalaman baru, kunjungan ini juga mengajarkan pentingnya berpikir kreatif dan berani mencoba hal-hal baru yang dapat dimulai dari hal-hal kecil. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi anggota DKR untuk terus berkembang dan turut mendukung swasembada pangan menuju Generasi Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, Bapak Suratno turut memberikan motivasi dan mendorong semangat anggota DKR Purwojati. Hal tersebut terlihat dari antusiasme anggota DKR yang ingin mempraktikkan secara langsung budidaya melon hidroponik di lahan kecil yang berada di lingkungan sekolah mereka.
“Ambil langkah pertama, kalau nggak ambil langkah pertama nanti berkhayal terus, ngenteni modal cukup, ini cukup, padahal nggak pernah cukup,” ujar Bapak Suratno.
Berbekal ilmu pemasaran yang dipelajari serta keberanian untuk memulai, Bapak Suratno mengawali bisnisnya dengan modal awal sebesar Rp3 juta. Kini, usahanya telah berkembang hingga memiliki tiga greenhouse. Dengan ilmu budidaya dan pemasaran yang dimilikinya, beliau berhasil menanam sekitar 470 melon dengan empat varietas dalam sekali penanaman. Melon tersebut dapat dipanen kurang lebih dalam waktu dua setengah bulan dan menghasilkan buah berkualitas premium dengan nilai jual yang baik.
Dari kegiatan ini, anggota DKR Purwojati dapat memetik pelajaran bahwa segala sesuatu dapat dimulai dari hal-hal kecil. Dengan keberanian mengambil langkah pertama, lahan yang terbatas pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pengetahuan, pengalaman, serta buah berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi.
#lombaberita #lombaberitasingkat #festivalkehumasankendalisada2026 #kwarcabbanyumas #ETK2026 #banyumasmelueETK
Pewarta: Nafalla Oktavia Asya














