BANYUMAS, SOMAGEDE – Dalam rangkaian Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Kwartir Ranting (Kwarran) Somagede tidak hanya menggembleng fisik dan ketangkasan para Pramuka Penggalang, tetapi juga mengasah kepedulian lingkungan dan kreativitas peserta. Salah satu agenda yang menyedot antusiasme tinggi adalah Pelatihan Keterampilan Kreasi Barang Bekas yang digelar pada Kamis siang (13/8/2026) di Kompleks Perkemahan Lapangan Piasa, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang selaras dengan tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” ini bertujuan menanamkan kesadaran pengolahan limbah ramah lingkungan sejak dini. Lingkungan yang bersih dari pencemaran sampah anorganik merupakan fondasi utama bagi terciptanya ekosistem tanah dan air yang sehat demi terwujudnya kemandirian pangan nasional.
Di bawah bimbingan para pembina pramuka pilihan, puluhan adik-adik Penggalang dari pangkalan SD/MI se-Kecamatan Somagede tampak tekun mengolah bahan-bahan bekas di sekitar mereka. Berbekal gunting, lem, serta sampah limbah domestik seperti kantong plastik (kresek) berwarna-warni dan kardus bekas kemasan air mineral, mereka menyulap barang tak terpakai tersebut menjadi karya seni nan estetik.
Dalam sesi pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik merangkai pot bunga unik berbentuk lampion yang terbuat dari olahan potongan kardus bekas yang disusun simetris melingkar. Di atas pot lampion tersebut, ditancapkan bunga hias mekar berwarna warni seperti ungu dan merah yang dibuat dengan teknik lipat serta gunting dari kantong plastik kresek bekas.
Pramuka Penggalang dari pangkalan SDN 2 Sokawera dan berbagai pangkalan lainnya tampak bangga memperagakan hasil karya pot lampion kardus dan bunga kresek yang berhasil mereka selesaikan secara bergotong royong dalam kelompok regu masing-masing.
“Senang sekali bisa belajar bikin pot dari kardus dan bunga dari kantong plastik bekas. Ternyata limbah kresek yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan bisa diolah jadi hiasan sebagus ini. Selain hemat, perkemahan jadi makin seru dan berkesan!” ujar Zahra, peserta Penggalang Regu Teratai pangkalan SDN 2 Sokawera.
Sudiyah, selaku narasumber, menjelaskan bahwa pelatihan kreasi barang bekas ini merupakan implementasi nyata Dasadarma Pramuka kelima dan kedua: “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” serta “Hemat, cermat, dan bersahaja”.
“Pengelolaan sampah plastik dan limbah karton menjadi poin penting dalam mendukung program swasembada pangan. Jika lingkungan tercemar sampah plastik, kualitas tanah dan air akan rusak, yang tentunya mengganggu produktivitas pertanian dan pangan. Melalui Pramuka, kita edukasi generasi muda agar mampu memanfaatkan sampah menjadi barang berguna dan ekonomis,” ungkap Sudiyah.
Melalui Pelatihan Keterampilan Daur Ulang Sampah dalam Jambore Kwarran Somagede 2026, anggota Pramuka dibekali kepedulian lingkungan dan kreativitas guna mendukung ekosistem bersih penyokong swasembada pangan.
Pewarta: Kartika Sari














