Pelaksanaan Lomba Kwartir Tergiat (LKT) 2026 di Kwartir Ranting (Kwarran) Purwokerto Barat menjadi momentum penting untuk meluruskan hakikat keberhasilan pendidikan kepramukaan. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bukanlah sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan wadah pembentukan manusia unggul.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Ka Pusdiklatcab) Banyumas, Ipda Yusup Supriyadi, S.H., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Majelis Pembimbing (Mabi), pengurus, pembina, hingga pelatih yang telah menyisihkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mensukseskan LKT 2026.
Dalam arahannya, Ipda Yusup Supriyadi mengingatkan agar seluruh jajaran kepramukaan tidak terjebak pada simbol-simbol kejuaraan semata. Keberhasilan pembinaan kepramukaan yang sejati tidak diukur dari seberapa banyak piala atau samir yang berhasil dikumpulkan oleh suatu ranting atau gugusdepan.
“Pramuka itu bukan sekadar kegiatan. Keberhasilan pembinaan kepramukaan bukan diukur dari pengumpulan samir dan piala. Kakak-kakak tidak perlu khawatir jika tidak mendapat piala, karena piala tidak semata menjadi alat ukur keberhasilan pendidikan kepramukaan. Ada tiga tujuan besar yang menjadi fokus utama kita, yaitu pendidikan karakter, pendidikan kebangsaan, serta pendidikan keterampilan dan kecakapan hidup,” tegas Ipda Yusup Supriyadi, S.H.
Melalui LKT 2026 ini, Kwarcab Banyumas melakukan penilaian atas kinerja organisasi Kwarran sebagai bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi berkesinambungan. Evaluasi ini diharapkan dapat memacu setiap Kwarran untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, sehingga kegiatan kepramukaan di tingkat akar rumput semakin kokoh dan berdampak nyata bagi para peserta didik.














