Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Purwokerto Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola keorganisasian serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pembinaan kepramukaan. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Andalan Ranting Urusan Media Sosial, Kak Vivie Marteza, S.Pd., dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan berbobot ilmiah ini berlangsung dengan khidmat dan antusias bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Sebanyak 34 peserta yang merupakan perwakilan Pembina dan Andalan dari Kwartir Ranting se-Kwarcab Banyumas hadir untuk menyerap ilmu penyusunan karya ilmiah guna mendokumentasikan praktik-praktik baik pembinaan di lapangan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Perpustakaan Kwarcab Banyumas, Kak Fuad Zein Arifin, S.Pd. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi di tubuh Gerakan Pramuka. Menurutnya, karya tulis ilmiah bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sarana refleksi kritis dan rekam jejak digital atas pengabdian para pembina dalam mencetak generasi muda berkarakter.
“Pramuka hari ini harus adaptif dan kaya akan narasi-narasi ilmiah. Melalui bimbingan teknis penulisan ini, kita ingin setiap pembina mampu membukukan pengalaman lapangan menjadi sebuah karya tulis yang terstruktur, metodologis, dan memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan,” ujar Kak Fuad Zein Arifin, S.Pd. dalam sambutan pembukanya.
Hadir sebagai narasumber utama, Kak Lulu Indah Nurani, M.Pd., seorang Pembina Inovatif Nasional yang telah berpengalaman luas dalam melahirkan berbagai karya pendidikan kepramukaan. Dalam paparan materinya, Kak Lulu membedah secara mendalam cakupan materi pembinaan kepramukaan di gugus depan (pangkalan) yang selama ini sering kali dipersepsikan secara sempit oleh sebagian masyarakat maupun pembina.
Kak Lulu menegaskan bahwa aspek kegiatan pembinaan kepramukaan di pangkalan sangatlah luas dan kaya ragam. Beliau mengingatkan para peserta agar tidak menjebak diri dalam pandangan konvensional yang menganggap kegiatan Pramuka hanya sebatas keterampilan teknik kepramukaan (scoutcraft) seperti tali temali (pioneering), morse, atau semaphore semata.
“Aspek pembinaan Gerakan Pramuka di pangkalan itu sangat luas dan komprehensif. Jangan mempersempit ruang gerak Pramuka seolah-olah hanya berpusat pada tali temali atau semaphore. Seluruh muatan yang terkandung dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU)—mulai dari nilai keagamaan, spiritual, karakter sosial, kebangsaan, lingkungan hidup, hingga kecakapan hidup modern—dapat diolah menjadi bahan ajar ekstra kurikuler yang sangat menarik sekaligus diangkat menjadi karya ilmiah berbasis best practice,” tegas Kak Lulu Indah Nurani, M.Pd.
Lebih lanjut, Kak Lulu membimbing peserta untuk mengenali potensi-potensi pembelajaran berbasis SKU yang dieksekusi secara kreatif di pangkalan masing-masing, kemudian merumuskannya ke dalam struktur karya tulis ilmiah berbasis best practice (praktik terbaik). Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pengalaman practical mengajar di lapangan menjadi temuan ilmiah yang dapat direplikasi oleh pembina lain secara nasional.
Sebagai tindak lanjut konkret dari bimbingan teknis ini, Kak Vivie Marteza, S.Pd. nantinya mendapatkan mandat khusus untuk mengumpulkan seluruh karya tulis ilmiah berupa best practice yang disusun oleh para peserta bimtek dari berbagai kwarran se-Kwarcab Banyumas. Luaran (output) karya ini akan dikompilasi dan dikaji secara komprehensif oleh tim penilai Kwarcab Banyumas.
Dari seluruh karya best practice yang dikumpulkan, tim penilai independen akan menentukan 3 karya terbaik berdasarkan kriteria kebaharuan (novelty), dampak pembinaan, serta kedalaman metodologi penulisan. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan bagi 3 karya terbaik tersebut dijadwalkan secara istimewa dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus 2026 mendatang.
Keikutsertaan Kak Vivie Marteza, S.Pd. mewakili Kwarran Purwokerto Barat menjadi bukti nyata komitmen kwarran dalam mendukung penguatan literasi digital dan karya ilmiah kepramukaan. Ditemui usai kegiatan, Kak Vivie menegaskan bahwa pihak Kwarran Purwokerto Barat berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh proses pengumpulkan dan penyusunan karya best practice tersebut hingga tuntas, serta berharap agar tradisi dokumentasi ilmiah ini mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh Pembina dan Andalan untuk terus melahirkan karya inovatif demi kemajuan Gerakan Pramuka.













