Gerak cepat ditunjukkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas dalam merespons insiden ambruknya tribun penonton panggung gelaran otomotif Speed Fest 2026 / Kejurnas Drift di Kompleks GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026) siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.49 WIB tersebut memicu respons darurat dari berbagai pihak. Menerima laporan awal mengenai kerobohan tribun temporer akibat lonjakan kapasitas penonton (overcapacity), Kwarcab Banyumas segera mengonsolidasikan personel untuk diterjunkan ke lokasi kejadian.
Pendamping Tim Reaksi Cepat Kwarcab Banyumas, Ungguh Faizaturrohman, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat dimaksimalkan sesaat setelah laporan awal diterima.
“Kami menerima informasi kejadian pada pukul 14.49 WIB. Setelah konsolidasi singkat dan pengecekan kelengkapan alat keamanan dasar di Markas Kwarcab pada pukul 15.20 WIB, empat personel langsung kita terbangkan ke lokasi,” ujar Ungguh.
Tim yang terdiri dari tiga anggota TRC—Alden, Safira, dan Kirana—tiba di area insiden Kompleks GOR Satria pada pukul 15.35 WIB. Saat tim tiba, area panggung penonton yang ambruk telah disterilkan dan dipasangi garis polisi (police line) oleh pihak Kepolisian.
Berdasarkan penelusuran dan koordinasi TRC di lapangan, panggung penonton mengalami kegagalan struktur akibat tidak mampu menopang beban kerumunan penonton yang melebihi kapasitas (overcapacity).
“Fokus utama petugas medis, kepolisian, serta relawan di lokasi adalah mengamankan area dan memastikan seluruh korban luka telah dievakuasi serta dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Ungguh.
Setelah situasi di area kejadian dinilai kondusif dan proses evakuasi awal selesai dilakukan oleh petugas gabungan, personel TRC Kwarcab Banyumas kembali ke Markas Kwarcab pada pukul 16.20 WIB.
Mengutip laporan dari berbagai media nasional (Kompas, Liputan6, dan Detik), insiden robohnya struktur tribun pada event balap drift ini menyebabkan puluhan penonton mengalami cedera dan patah tulang akibat tertimpa material panggung.
Hingga Minggu sore, tercatat sedikitnya 75 korban luka telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dilarikan ke lima rumah sakit serta puskesmas terdekat di wilayah Purwokerto untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Banyaknya jumlah korban membuat petugas sempat memprioritaskan lalu lintas bagi armada ambulans yang hilir mudik mengevakuasi korban.
Pihak kepolisian dan tim keamanan saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kepastian penyebab teknis ambruknya panggung serta memverifikasi data rinci mengenai seluruh korban.
Keterlibatan aktif TRC Kwarcab Banyumas dalam insiden ini menegaskan komitmen Pramuka sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan dan tanggap bencana di wilayah Kabupaten Banyumas.














