Komitmen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Satuan Karya (Saka) Pramuka terus diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta audiensi ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mengawali rangkaian kunjungan tersebut, Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas melaksanakan audiensi dengan sebagai instansi pembina Saka Pangripta, Kamis (9/7).
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., didampingi Sekretaris Bidang Pembinaan Satuan Taryono, S.T., MPA., serta jajaran Andalan Bidang Pembinaan Satuan. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai upaya memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas Tahun 2026 yang dijadwalkan menyasar lima instansi pembina Satuan Karya Pramuka, yaitu BAPPERIDA Kabupaten Banyumas (Saka Pangripta), Satpol PP Kabupaten Banyumas (Saka Praja Wibawa), Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas (Saka Taruna Bumi), Kementerian Agama Kabupaten Banyumas (Saka Amal Bakti), dan BNN Kabupaten Banyumas (Saka Narkotika).
Selain menjadi forum monitoring dan evaluasi, audiensi dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi mengenai pengembangan Satuan Karya Pramuka, termasuk menyesuaikan pembinaan dengan dinamika organisasi perangkat daerah serta membuka peluang lahirnya inovasi dan pengembangan saka baru sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai program pembinaan Saka Pangripta menjadi fokus pembahasan. Sebagai satuan karya yang bergerak di bidang perencanaan pembangunan, riset, dan inovasi daerah, Saka Pangripta diharapkan mampu menjadi ruang belajar bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengenal proses penyusunan kebijakan publik, perencanaan pembangunan, pengelolaan data, hingga penguatan budaya inovasi yang kini menjadi kebutuhan dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini tidak sekadar menjadi agenda koordinasi rutin, tetapi merupakan langkah strategis dalam merespons berbagai inisiatif dan inovasi dari instansi mitra untuk memperkuat pembinaan kepramukaan melalui Satuan Karya.
“Kami ingin memastikan setiap instansi memiliki ruang untuk mengembangkan satuan karya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami membuka ruang dialog agar lahir berbagai inovasi pembinaan yang semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda sekaligus mendukung program kerja instansi,” ujarnya.
Menurut Agus, keberadaan Satuan Karya Pramuka memiliki nilai strategis karena mampu menjembatani dunia pendidikan nonformal dengan kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.
“Saka Pangripta memiliki potensi besar untuk memperkenalkan kepada anggota Pramuka bagaimana sebuah daerah direncanakan dan dibangun. Mereka tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai perencanaan, riset, inovasi, dan penyelesaian masalah yang akan menjadi bekal penting di masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa Kwarcab Banyumas terus berkomitmen memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi Pramuka Penegak dan Pandega melalui penguatan satuan karya yang berkualitas.
“Satuan karya merupakan kepanjangan tangan instansi dalam menyukseskan berbagai program prioritas dan indikator kinerja utama. Di sisi lain, anggota Pramuka mendapatkan keterampilan baru yang sesuai dengan bidang masing-masing saka. Semakin banyak pilihan satuan karya yang tersedia, semakin luas pula kesempatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan kompetensinya, termasuk sebagai salah satu syarat dalam mencapai Pramuka Garuda golongan Penegak,” tambahnya.
Melalui audiensi tersebut, Kwarcab Banyumas juga mendorong agar Saka Pangripta semakin aktif menyelenggarakan kegiatan berbasis proyek, pelatihan, maupun praktik lapangan yang memberikan pengalaman nyata kepada anggota Pramuka dalam memahami proses pembangunan daerah. Kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan BAPPERIDA diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga berpikir kritis, visioner, adaptif, dan inovatif.
Program monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari implementasi program prioritas Ketua Kwarcab Banyumas dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Satuan Karya Pramuka sebagai wadah pembinaan minat, bakat, pengetahuan, serta keterampilan bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Dengan sinergi yang semakin erat antara Gerakan Pramuka dan berbagai OPD, diharapkan lahir lebih banyak ruang pembinaan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempersiapkan generasi muda Banyumas yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun terwujudnya Indonesia Emas 2045.














