
Semarak rangkaian kegiatan Perkemahan Wirakarya Cabang (PWC) Banyumas 2026 semakin memuncak dengan digelarnya babak penentuan ajang bergengsi, Grand Final Pemilihan Duta PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan) QRIS Pramuka Tahun 2026. Bertempat di Lapangan Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, acara pamungkas ini sukses diselenggarakan pada hari Jumat (26/06/2026) sore, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.
Pemilihan Duta PeKA QRIS Pramuka merupakan buah kolaborasi strategis dan inovatif antara Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas. Puncak acara ini disaksikan langsung oleh para perwakilan peserta kemah, di mana setiap sangga mendelegasikan satu orang anggotanya untuk hadir dan memberikan dukungan penuh kepada para kandidat yang tengah berkompetisi.
Babak grand final ini menjadi panggung pembuktian bagi enam peserta terbaik yang sebelumnya telah berhasil melewati tahapan seleksi yang sangat ketat. Keenam finalis terpilih tersebut terdiri atas tiga finalis putra, yakni Matar Evan Arkananta Falah dan Rifqi Alfarizi yang keduanya merupakan utusan dari Kwartir Ranting Tambak, serta Muhammad Zakaria dari MA Al Falah Jatilawang. Sementara itu, tiga finalis putri yang turut bersaing memperebutkan gelar juara adalah Maharani Puspita Dewi yang juga berasal dari Kwartir Ranting Tambak, Ilmira Ramadhani selaku perwakilan MAN 1 Banyumas, dan Jasmine Febrianty Sukmono dari SMA 1 Patikraja.
Dalam upaya mencari sosok duta yang paling mumpuni, keenam finalis harus melewati dua sesi penilaian yang dinilai secara langsung oleh dewan juri. Sesi pertama adalah Role Play (Bermain Peran). Pada sesi ini, kecekatan dan kemampuan peserta benar-benar diuji dalam menganalisis serta menyelesaikan berbagai studi kasus nyata yang berkaitan erat dengan perlindungan konsumen dan penggunaan sistem pembayaran digital.
Tidak berhenti di situ, para peserta selanjutnya dihadapkan pada sesi Uji Wawasan Kepramukaan, Perlindungan Konsumen, dan QRIS. Sesi krusial ini dirancang tidak sekadar untuk mengukur tingkat pengetahuan teoretis para finalis, tetapi juga menjadi tolok ukur utama dalam menilai kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta visi kepemimpinan yang mereka miliki sebagai calon Duta PeKA QRIS Pramuka.
Melalui rangkaian pemilihan yang ketat dan sarat akan nilai edukasi ini, pihak penyelenggara menaruh harapan besar agar duta yang terpilih mampu mengemban amanah dengan maksimal. Para Duta PeKA QRIS Pramuka 2026 ini diproyeksikan untuk tampil sebagai agen edukasi yang andal, pelopor literasi keuangan yang cerdas, sekaligus bertindak sebagai agent of change (agen perubahan) di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam perluasan pemanfaatan QRIS serta menggaungkan semangat PeKA di lingkungan Gerakan Pramuka maupun di masyarakat luas.














