Kwartir Cabang Banyumas turut berpartisipasi dalam kegiatan Harmonisasi Digitalisasi Kearsipan dan Literasi Masyarakat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Hadir sebagai Narasumber kegiatan tersebut diantaranya Kepala Perpustakaan Nasional RI, Kepala ARSIP Nasional RI, Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah dan Kanwil Kemenag Jateng.
Dalam agenda bertajuk literasi tersebut, Kwarcab Banyumas diwakili oleh Kak Fuad Zen Arifin, S.Pd., Kepala Perpustakaan Kalpavriksha Kwarcab Banyumas. Acara berlangsung di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang, dan diikuti oleh para Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan se-Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan ini membahas penguatan sinergi antara digitalisasi kearsipan dan peningkatan literasi masyarakat, termasuk di dalamnya peran strategis Gerakan Pramuka melalui pembentukan dan pengembangan Saka Pustaka. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, S.K.M., M.Kes menegaskan kepada seluruh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan kabupaten/kota se-Jawa Tengah agar daerah yang belum membentuk Saka Pustaka segera melakukan koordinasi dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka masing-masing.
‘Pembentukan Saka Pustaka tersebut ditargetkan dapat terealisasi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah pada tahun 2026 sebagai upaya bersama dalam memperkuat budaya literasi dan pengelolaan arsip berbasis digital di masyarakat.’ katanya
Kehadiran perwakilan Kwarcab Banyumas dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung program literasi nasional serta transformasi digital kearsipan. Melalui kolaborasi antara Dinas Arsip dan Perpustakaan dengan Gerakan Pramuka, khususnya Saka Pustaka, diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan literasi, menumbuhkan minat baca generasi muda, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang tertib, modern, dan berkelanjutan.
















