Jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyumas bersama instansi lintas sektor sukses menggelar dan mengawal Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026 yang berakhir di Sanggar Bakti Kwarcab Banyumas pada hari ini, Minggu, 6 September 2026, setelah melintasi rute perbatasan Purbalingga, Silado, dan kompleks UMP mulai pukul 10.00 WIB melalui aksi jalan kaki secara beranting. Keberhasilan penyelenggaraan ini menjadi bukti nyata dari tingginya semangat gotong royong dan sinergi antar-lembaga dalam menjaga tradisi kebanggaan Gerakan Pramuka.
Rangkaian etape diawali pada pukul 10.00 WIB dengan Upacara Timbang Terima di perbatasan. Prosesi serah terima ditandai dengan pengucapan janji antar-pembina upacara, “Kami serahkan tunas kelapa untuk diteruskan sampai tujuan,” yang dijawab, “Kami terima tunas kelapa untuk diteruskan sampai tujuan”. Setelah seluruh dokumen ditandatangani, barisan bergerak menyusuri jalan raya yang dipenuhi antusiasme warga. Saat Upacara Penyemayaman di Sanggar Bakti Kwarcab Banyumas, Ketua Panitia ETK Kwarcab Banyumas, Kak Rachman, menyampaikan laporan resmi dan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan etape.
Dalam laporannya, Kak Rachman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. “Kelancaran dan kesuksesan perjalanan ETK ini murni berkat kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mabicab, jajaran OPD, unsur Mabiran, Gugus Depan, TNI, Polri, Pemdes, serta warga masyarakat di sepanjang lintasan yang telah memberikan sambutan luar biasa,” ujar Kak Rachman. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kendala lalu lintas yang mungkin timbul selama perjalanan.
Rangkaian acara ditutup setelah laporan panitia diterima oleh Pembina Upacara. Penyerahan bumbung pesan Gubernur Jawa Tengah juga mempertegas pentingnya nilai-nilai perjuangan, sebagaimana disampaikan Gubernur dalam pesan tertulisnya, “Pramuka Jawa Tengah harus terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.” Penyemayaman atribut ETK di Sanggar Bakti Kwarcab Banyumas menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor yang mengokohkan persatuan di bumi Banyumas Satria.














