Puncak khidmat tradisi Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah secara resmi bergulir di etape batas wilayah. Upacara Timbang Terima Pasukan ETK dari Kwarcab Cilacap kepada Kwarcab Banyumas berlangsung sukses dan penuh semangat kepanduan di SPPG Cindaga, Kecamatan Kebasen, Jumat (4/9/2026).
Prosesi sakral penyerahan pataka dan cikal Tunas Kelapa ini menandai dimulainya pengawalan pasukan Banyumas untuk melintasi rute-rute strategis di wilayahnya. Dalam amanat tertulis Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan pesan mendalam mengenai penguatan karakter Pramuka melalui pilar budaya Jawa ngopeni dan nglakoni.
Gubernur Jawa Tengah mengawali pesannya dengan menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka kepada seluruh anggota gerakan kepanduan di Jawa Tengah, sembari menggarisbawahi pentingnya kolaborasi nilai-nilai lokal dengan Dasa Darma Pramuka.
“Prinsip ngopeni berarti merawat dan peduli, di mana Pramuka hadir sebagai wujud nyata dalam melestarikan lingkungan. Sementara nglakoni adalah menjalankan, bekerja keras, disiplin, serta mempraktikkan aksi nyata di tengah masyarakat,” tegas Gubernur Jateng dalam pesan tertulisnya.
Gubernur juga menggarisbawahi tiga pesan utama bagi seluruh anggota pasukan pembawa Tunas Kelapa dan pendamping selama mengawal perjalanan etape.
“Saya berpesan, pertama, jaga kesehatan dan kekompakan selama etape berlangsung. Kedua, kobarkan pesan-pesan positif serta perdamaian di sepanjang rute. Ketiga, jadikan ajang ETK ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antaranggota dan masyarakat,” lanjutnya.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, S.Sos., M.Si., M.Kom., yang memimpin jajarannya dalam upacara serah terima tersebut menyatakan kesiapan penuh Banyumas dalam mengemban amanah besar ini.
“Kami di Banyumas siap mengamalkan pesan Bapak Gubernur. Nilai ngopeni dan nglakoni akan kami terapkan secara langsung di lapangan demi mewujudkan Pramuka Jawa Tengah yang terus mengabdi tanpa henti,” ujar Dr. Agus Nur Hadie, S.Sos., M.Si., M.Kom. usai upacara penyerahan.
Pesan Gubernur Jateng ini menegaskan kembali jati diri Pramuka di Jawa Tengah sebagai organisasi yang tidak sekadar berteori, melainkan hadir membawa aksi nyata dan kepedulian lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.














