MENYEMAI KARAKTER PEKERTI DAN KESADARAN PANGAN DARI TENGAH SAWAH WATUAGUNG
TAMBAK – Hembusan semilir angin dan hangatnya terik mentari di area persawahan Desa Watuagung menjadi saksi lahirnya tunas-tunas muda berkarakter. Gugusdepan 20.0824–20.0825 Pangkalan MIN 2 Banyumas menggelar Perkemahan Satu Hari (Persari) dan Perkemahan Sabtu–Minggu (Persami) di Desa Watuagung, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026). Kegiatan yang diikuti 229 Pramuka Siaga Tata dan Penggalang Ramu tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik melalui pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma.
Rangkaian kegiatan resmi dibuka melalui apel pembukaan pada pagi hari yang dihadiri Ketua Kwartir Ranting Tambak, Drs. Wahyu Satoto Indar atau yang akrab disapa Kak Toto. Dalam sambutannya, Kak Toto menegaskan bahwa perkemahan menjadi kawah candradimuka dalam membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Usai apel pembukaan, Pramuka Siaga mengikuti kegiatan Taman Ceria di Lapangan Selatan hingga pukul 11.30 WIB. Selanjutnya, peserta dijemput orang tua untuk kembali ke rumah dan kembali ke tapak perkemahan pada pukul 16.00 WIB. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Pelantikan Siaga, salat Magrib dan Isya berjamaah, serta api unggun pada malam hari yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Sementara itu, Pramuka Penggalang bergotong royong mendirikan puluhan tenda di tapak perkemahan yang berbatasan langsung dengan area persawahan warga. Kegiatan dilanjutkan dengan giat Jelajah Galang, yang mengasah ketangkasan fisik sekaligus keterampilan kepramukaan. Dalam kegiatan tersebut, adik-adik mempraktikkan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), melewati halang rintang dengan merayap di saluran irigasi, menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu tradisional, serta mempraktikkan teknik menaksir tinggi pohon dengan metode perbandingan segitiga sebagai ajang prestasi keterampilan kepramukaan yang selama ini mereka pelajari.
Selain keterampilan dan ketangkasan, kegiatan juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi “Bumbung Kemanusiaan”. Dalam aksi tersebut, setiap peserta menyisihkan uang saku sebesar Rp5.000 untuk dihimpun dan disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama untuk para korban bencana alam di tanah air dan sebagian disalurkan untuk membantu pasokan air bersih di beberapa wilayah kecamatan Tambak.
Guna menyelaraskan agenda dengan tema Hari Pramuka ke-65 terkait dukungan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045, pembina juga memberikan pemahaman sosialisasi ketahanan pangan. Ketua Panitia, Tuni Warningsih, S.Pd.I., menyampaikan bahwa edukasi ini penting untuk menumbuhkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini. Sejalan dengan hal tersebut Athourrofi, S.Pd. menekankan aksi nyata yang dapat dilakukan para anggota Pramuka.
“Swasembada pangan bisa dimulai dari hal terkecil di rumah dan sekolah, seperti menanam sayur sendiri dan tidak membuang-buang makanan. Karakter disiplin Pramuka adalah modal utama untuk menjaga ketahanan pangan kita,” tegas Kak Athourrofi, S.Pd.
Kebersamaan seluruh peserta mencapai puncaknya pada malam hari melalui kegiatan api unggun. Dalam kesempatan tersebut, Kak H. Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Ketua Mabigus menyampaikan pesan tentang pentingnya memaknai lokasi perkemahan yang berada di tengah kawasan pertanian Kecamatan Tambak.
“Di tengah hamparan sawah ini, adik-adik belajar langsung arti perjuangan para petani yang menjaga kedaulatan pangan kita. Pramuka hebat tidak hanya terampil, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, menghargai alam, serta siap menjadi pelopor kemandirian pangan bangsa di masa depan,” tegas Kak Muhsin di hadapan seluruh peserta.
Lebih lanjut, Kak Muhsin kembali menegaskan bahwa kawasan Tambak memiliki potensi pertanian dan sumber pangan yang beragam sehingga perlu dikenalkan dan dijaga oleh generasi muda. Menurutnya, keberadaan lahan pertanian di sekitar masyarakat bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, Kak Muhsin berharap, melalui jiwa Pramuka diharapkan tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan secara teori, tetapi juga mampu menghargai, merawat, dan memanfaatkan potensi pangan yang ada di lingkungan sekitar Tambak secara bijak dan berkelanjutan.
Usai kegiatan api unggun, suasana perkemahan semakin meriah dengan digelarnya malam pentas seni. Para peserta menampilkan beragam kreativitas dan bakat dalam suasana penuh kegembiraan. Pentas seni tersebut menjadi ajang bagi para Pramuka untuk berekspresi, mempererat kebersamaan, serta merayakan Hari Pramuka dalam suasana suka cita. Keceriaan dan semangat kebersamaan pun terasa hingga malam, sebelum Pramuka Siaga Tata dipersilakan kembali ke rumah dengan dijemput oleh orang tua masing-masing, sementara Pramuka Penggalang Ramu tetap bermalam di tenda untuk melanjutkan rangkaian kegiatan pada hari berikutnya.
Momentum perkemahan semakin bermakna dengan kegiatan bakti lingkungan berupa kerja bakti membersihkan lingkungan madrasah dan penanaman pohon di area MIN 2 Banyumas. Aksi tersebut menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Rangkaian Persari dan Persami Gugusdepan 20.0824–20.0825 Pangkalan MIN 2 Banyumas tidak sekadar menjadi ajang pembelajaran keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepedulian sosial, kecintaan terhadap alam, dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Semangat kebersamaan yang tumbuh selama perkemahan diharapkan menjadi bekal bagi para Pramuka untuk menjadi generasi yang mandiri, tangguh, peduli, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa.
#lombaberitasingkat #festivalkehumasankendalisada26 #kwarcabbanyumas #ETK2026 #banyumasmeluETK
Pewarta: Dian Anggraeni














