BANYUMAS — Pangkalan SMP Negeri 2 Purwokerto sukses menyelenggarakan Reorganisasi Dewan Penggalang Tahun 2026 pada 28-29 Agustus 2026 di Wahana Edukasi Candi, Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Melalui agenda utama Musyawarah Dewan Penggalang (Mulang), Muhammad Ramadanish Gibran dan Rhea Azalea Arifin resmi terpilih sebagai Pratama Putra dan Pratama Putri masa bakti 2026/2027.
Pemberangkatan peserta dilakukan secara terpusat dari sekolah menggunakan tiga armada truk dari Korem 071/Wijayakusuma. Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Slamet, S.Pd. Dalam amanatnya, Slamet menekankan pentingnya meneladani filosofi lambang Pramuka. “Tunas kelapa mau ditempatkan di mana pun bisa tumbuh dan selalu berguna. Oleh karena itu, Pramuka harus selalu siap dengan kondisi apa pun,” tegasnya.
Selain pergantian tongkat estafet kepemimpinan, Mulang 2026 juga menetapkan Laporan Pertanggungjawaban pengurus sebelumnya serta menyusun program kerja periode baru. Reorganisasi ini juga dirangkai dengan kegiatan pembentukan karakter dan kekompakan tim, meliputi lomba memasak mi antarkelompok, renungan api unggun, hingga wide games pada hari kedua. Susunan kepengurusan secara penuh kemudian diumumkan usai kegiatan berdasarkan hasil rapat tim formatur.
Diketahui, reorganisasi tahun ini dipercepat dari masa bakti normal yang seharusnya berakhir pada Januari 2027. Kebijakan ini diambil oleh pihak sekolah guna mendukung kelancaran persiapan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa kelas sembilan. Pembina Gugus Depan (Kagudep) Putra, Zaenur Rijal, S.Pd., yang turut didampingi Kagudep Putri Eni Triwahyuni, S.I.Pust., memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus demisioner.
“Mereka ibarat bunga yang sudah kami rawat dengan sepenuh hati sejak kuncup, dan kini ketika mereka sedang mekar-mekarnya, mereka harus diambil orang untuk fokus pada tantangan baru. Jujur, ada rasa bangga sekaligus haru melepas mereka lebih awal,” ungkap Rijal. “Ini adalah dewan penggalang paling mandiri sejauh saya menjabat. Mereka tidak hanya mampu mengeksekusi program kerja dengan minim arahan, tetapi juga inisiatif dalam memecahkan masalah di lapangan. Harapannya, standar tinggi, etos kerja keras, dan kemandirian ini dapat diteruskan, bahkan ditingkatkan, oleh kepengurusan yang baru,” pungkasnya.
#festivalkehumasankendalisada26 #kwarcabbanyumas #estafettunaskelapa2026 3ETK2026 #banyumasmelueETK
Pewarta: Zaenur Rijal














