Pramuka SD Terpadu PUTRA HARAPAN Purwokerto Belajar
Kemandirian dari Kebun
Semangat menumbuhkan kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, dan kecintaan terhadap pangan dikenalkan kepada siswa SD Terpadu PUTRA HARAPAN Purwokerto melalui kegiatan berkebun di Kebun Putra Harapan. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara PH Multi Sejahtera dan SD Terpadu PUTRA HARAPAN, dengan melibatkan siswa Pramuka sebagai peserta utama kegiatan.
Kegiatan perdana dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Selanjutnya, kegiatan ini direncanakan untuk dilaksanakan secara kontinu dan terjadwal, sehingga aktivitas berkebun dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar dan pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa Pramuka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas di kebun. Mereka belajar menyiapkan lahan, menanam bibit, menyiram dan merawat tanaman, membersihkan lingkungan kebun, serta menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Aktivitas dilakukan secara bersama-sama dengan pendampingan, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kegiatan berkebun ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami proses menghasilkan pangan. Melalui pengalaman langsung, siswa belajar bahwa pangan yang dikonsumsi sehari-hari membutuhkan proses, kerja keras, kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab.
Kolaborasi antara PH Multi Sejahtera dan SD Terpadu PUTRA HARAPAN menjadi bentuk sinergi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan nyata. Kebun dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan siswa mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan melalui praktik secara langsung.
Menurut Kepala SD Terpadu PUTRA HARAPAN, Ustadzah Yayuk Rofingah Alghozali, S.Pd., kegiatan berkebun merupakan bentuk pembelajaran yang sangat positif karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami pentingnya lingkungan dan pangan melalui teori, tetapi juga mengalami langsung prosesnya. Ketika mereka menanam, merawat, dan melihat tanaman tumbuh, di situlah mereka belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, kemandirian, dan rasa syukur. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter anak sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan kehidupan,” ujar Ustadzah Yayuk.
Beliau juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara sekolah dan PH Multi Sejahtera menjadi langkah positif dalam memperluas ruang belajar siswa.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika sekolah, mitra, dan lingkungan dapat bergerak bersama, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kaya. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan secara konsisten, terjadwal, dan terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Lebih dari sekadar kegiatan menanam, program ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Melalui kegiatan bersama di kebun, siswa belajar tentang gotong royong, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta menghargai proses dan hasil kerja.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mengenalkan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan kepada generasi muda. Siswa diajak untuk mengenal pemanfaatan lahan secara produktif serta memahami bahwa setiap orang dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pangan.
Dengan pelaksanaan yang direncanakan secara kontinu dan terjadwal, kegiatan berkebun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi sebuah kebiasaan positif dan program berkelanjutan di lingkungan Putra Harapan.
Melalui kolaborasi ini, PH Multi Sejahtera dan SD Terpadu PUTRA HARAPAN berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk belajar, berkarya, bekerja sama, dan berkontribusi terhadap lingkungan.
Kebun Putra Harapan pun menjadi ruang belajar kehidupan—tempat siswa mengenal alam, belajar bekerja sama, melatih kemandirian, serta memahami pentingnya menjaga dan menghargai pangan.
Dari kebun, siswa belajar kehidupan. Dari kegiatan menanam, tumbuh kemandirian. Dari merawat, tumbuh tanggung jawab. Dan dari berbagi, tumbuh kepedulian untuk masa depan
Link Video :
https://www.instagram.com/reel/DcXd6ZtTlqU/?igsi=MWYzYW8yZHIweDc4ZA==
Pewarta: Melati Ekharisma, S.Pd














