PURWOKERTO UTARA – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas kembali menggelar Lomba Kinerja Terpadu (LKT) Tahun 2026 sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi di tingkat kwartir ranting. Kegiatan yang bertempat di Sanggar Bhakti Pramuka Kwarran Purwokerto Utara ini berlangsung lancar pada Minggu sore, 2 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB.
Acara evaluasi rutin tahunan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Kwarcab Banyumas Kak Ir. H. Didi Rudwianto, SH, M.Si., Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Majelis Pembimbing Kelurahan (Mabikel), pengurus Kwarran, para Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), serta Kakak Pembina se-Kecamatan Purwokerto Utara. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu keorganisasian Pramuka di wilayah setempat.
Dalam sambutan pembukanya, Anggota Mabiran Purwokerto Utara Kak Kris Sinta Indra Kusumawati, S.STP. menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menekankan pentingnya keterbukaan pengurus untuk menyerap masukan dari para penilai.
“Kami meminta kepada segenap pengurus Kwarran yang dinilai agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara langsung kepada Tim Penilai tentang bagaimana mengelola Kwarran secara profesional dan akuntabel,” ujar Kak Kris Sinta Indra Kusumawati.
Penilaian LKT 2026 dilakukan secara komprehensif oleh Tim Penilai Kwarcab Banyumas yang dipimpin oleh Kak Rahita Utama. Tim tersebut menerjunkan delapan penilai lintas bidang, meliputi Binamuda oleh Kak Nur Farida, Keuangan oleh Kak Yani Susilowati, Orgakum oleh Kak Sinung Tri Marhaendro, Binawasa oleh Kak Machali, Binsat oleh Kak Doni Damara T., Humas oleh Kak Parsito, Abdimas oleh Kak Fatih Nurijeki, serta perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) oleh Kak Qurratu ‘Aini Fiky A.
Mewakili Pimpinan Kwarcab Banyumas, Kak Ir. H. Didi Rudwianto menjelaskan bahwa LKT tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi dan peninjauan ketercapaian program kerja tahun 2026, melainkan sarana objektivasi kinerja internal. Hasil penilaian nantinya akan diolah dan diperbandingkan dengan 27 Kwarran di seluruh Kabupaten Banyumas.
“Penilaian LKT ini adalah salah satu bentuk evaluasi dalam pengelolaan Kwarran. Nanti hasilnya akan dipersandingkan dan diperbandingkan dengan kwartir ranting lainnya. Tentu akan ada yang berada di peringkat atas maupun bawah, namun penilaian ini hendaknya tidak dijadikan beban, melainkan sebagai sarana mawas diri dan berbenah untuk terus berkembang,” tegas Kak Didi Rudwianto.
Melalui pelaksanaan LKT ini, Kwarcab Banyumas berharap setiap kwartir ranting memiliki peta jalan yang jelas dalam memperbaiki aspek administrasi, pembinaan anggota, hingga pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.














