Banyumas – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Metode Kepramukaan dan Keterampilan Kepramukaan Tahun 2026 pada Rabu, 22 Juli 2026 bertempat di Gedung Gurinda Sarwamandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi para pembina Pramuka agar mampu menyelenggarakan pendidikan kepramukaan yang menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Banyumas, Kak Agus Nurhadi, didampingi Wakil Ketua Bidang Binawasa Kak Sarno, Sekretaris Bidang Binawasa Kak Makhali, serta seluruh jajaran Andalan Binawasa Kwarcab Banyumas.
Sebanyak 108 peserta yang merupakan utusan dari seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan ini. Para peserta dibagi menjadi dua kelas pelatihan, yaitu 54 peserta mengikuti Bimtek Metode Kepramukaan dan 54 peserta mengikuti Bimtek Keterampilan Kepramukaan.
Untuk memberikan materi yang berkualitas, Kwarcab Banyumas menghadirkan narasumber dari Pusdiklatcab Kendalisada Banyumas yang telah berpengalaman dalam bidang pendidikan dan pelatihan kepramukaan.
Pada kelas Metode Kepramukaan, materi disampaikan oleh Kak Makhali, Kak Anita Wardani, dan Kak Huda. Ketiga narasumber mengupas berbagai pendekatan dalam menerapkan metode kepramukaan sebagai inti proses pendidikan karakter melalui kegiatan yang menyenangkan, menantang, progresif, serta berpusat pada peserta didik.
Sementara itu, pada kelas Keterampilan Kepramukaan, peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari Kak Joko Wahyanto, Kak D. A. Arifin, dan Kak Erna. Materi yang diberikan difokuskan pada penguasaan keterampilan dasar yang menjadi bekal utama seorang pembina dalam melatih peserta didik di gugus depan.
Adapun materi praktik meliputi: Pertama, pioneering sebagai keterampilan merancang dan membangun konstruksi sederhana menggunakan tongkat dan tali. Kedua, semaphore, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi menggunakan isyarat bendera. Ketiga, peta lapangan sebagai latihan membuat peta situasi berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan. Keempat, peta pita untuk mendokumentasikan rute perjalanan beserta kondisi lingkungan di sepanjang jalur yang dilalui. Kelima, peta perjalanan sebagai media pembelajaran navigasi dan orientasi medan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan penjelajahan Pramuka.
Melalui praktik langsung tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan teknis agar mampu menyelenggarakan latihan kepramukaan yang lebih menarik, aplikatif, dan menantang bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Banyumas, Kak Agus Nurhadi, menegaskan bahwa pembina Pramuka harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan pembinaan generasi muda.
“Metode Kepramukaan bukan sekadar teori, tetapi merupakan ruh pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka. Pembina harus mampu menghadirkan latihan yang menyenangkan, mendidik, menantang, dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan. Keterampilan kepramukaan juga harus terus diasah agar pembinaan di gugus depan semakin hidup dan berkualitas. Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi motor penggerak yang mampu mengembangkan pembinaan Pramuka di wilayahnya masing-masing sehingga lahir generasi muda Banyumas yang berkarakter, disiplin, mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.” ujar Kak Agus Nurhadi.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Seluruh peserta mengikuti sesi materi, diskusi, simulasi, hingga praktik lapangan dengan antusias. Suasana pelatihan menunjukkan semangat belajar yang tinggi sebagai wujud komitmen para pembina untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam membina anggota Pramuka.
Melalui penyelenggaraan Bimtek ini, Kwarcab Banyumas berharap kualitas pembinaan kepramukaan di seluruh Kwarran semakin meningkat. Dengan pembina yang menguasai Metode Kepramukaan sekaligus Keterampilan Kepramukaan, Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, memiliki kecakapan hidup (life skills), cinta tanah air, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Pewarta: Kak D.A. Arifin














