Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyumas masa bakti 2026–2031, Dr. Agus Nur Hadie, S.Sos, M.Si., M.Kom, menegaskan arah kebijakan Kwarcab Banyumas lima tahun ke depan akan berfokus pada regenerasi, inovasi, dan digitalisasi organisasi. Hal tersebut disampaikan dalam paparan usai pelantikan pengurus baru di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Agus Nur Hadie menekankan bahwa tantangan organisasi ke depan semakin kompleks sehingga Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk transformasi digital yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah menuju pemerintahan berbasis digital.
“Kita harus membawa Pramuka ke depan menjadi organisasi yang mampu bertransformasi melalui digitalisasi. Pengurus baru harus solid, cepat bergerak, melek digital, dan inovatif,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan awal transformasi organisasi Pramuka Banyumas.
Paparan tersebut menjelaskan bahwa tantangan utama Kwarcab Banyumas ke depan adalah organisasi yang semakin kompleks dan kebutuhan agar Pramuka tetap adaptif sepanjang zaman. Karena itu, dibutuhkan pola pikir baru dalam kepengurusan, dari budaya menunggu menjadi bergerak, dari formalitas menuju produktivitas, serta dari rutinitas menuju kreativitas.
Kak Agus juga memaparkan visi besar Kwarcab Banyumas, yakni membangun organisasi modern dengan pelayanan cepat dan profesional, publikasi yang kuat dan positif, serta memperkuat kolaborasi dalam pembinaan anggota aktif. Visi tersebut dirangkum dalam semangat “Kwarcab Banyumas Melesat Hebat”. Selain itu, seluruh bidang dan lembaga di lingkungan Kwarcab Banyumas diminta segera melaksanakan konsolidasi organisasi serta mematangkan program kerja lima tahun ke depan agar arah gerak organisasi berjalan terarah dan terpadu.
Pada periode 2026–2031, Kwarcab Banyumas mengusung core value “MERAHPADU” yang merupakan akronim dari menyeluruh, terarah, dan terpadu. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan program-program pembinaan kepramukaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menutup paparannya, Kak Agus Nur Hadie menegaskan pentingnya kesinambungan dan pembaruan dalam organisasi.
“Regenerasi menjaga keberlanjutan, inovasi menciptakan kemajuan, dan digitalisasi mempercepat perubahan,” tegasnya.













