Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyumas melalui Pramuka Peduli melaksanakan Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APPKBL) hari pertama pada Senin (16/3) mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini difokuskan pada pelayanan masyarakat di sejumlah titik strategis selama arus mudik Lebaran.
Koordinator lapangan, Fatih Nurijeki dan Supriadi, memimpin puluhan personel yang terdiri dari unsur UBALOKA, Satuan Tugas Pramuka Peduli (STB), PRAMULI, hingga tim jurnalistik. Mereka disiagakan di Pos Terpadu Alun-Alun Purwokerto, Pos Pelayanan Stasiun Purwokerto, Pos Pelayanan Terminal Bulupitu, serta Posko Induk Kwarcab Banyumas.
Dalam pelaksanaannya, para personel menjalankan berbagai tugas kemanusiaan, di antaranya pengaturan arus lalu lintas saat jam sibuk, membantu penyeberangan masyarakat, serta memberikan informasi kepada pengguna jalan dan pemudik. Selain itu, mereka juga siap menjalankan tugas tambahan sesuai arahan kepala pos.
“Seluruh personel berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan selama arus mudik Lebaran,” ujar Sekretaris Bidang Abdimas Kwarcab Banyumas, Tomi Luqman Hakim, dalam laporannya.
Namun demikian, pada sore hari terjadi kejadian menonjol yang mengubah fokus sebagian personel. Sekitar pukul 17.56 WIB, Posko Induk menerima laporan adanya warga yang tenggelam di Sungai Tajum, Kecamatan Ajibarang. Korban diketahui bernama Sunaryo (58), warga Desa Karangbawang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel segera berkoordinasi dengan Pramuli Kwarran Ajibarang untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah dinyatakan valid, tim dari Posko Induk bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 18.30 WIB usai berbuka puasa.Operasi pencarian dan pertolongan (OPSAR) kemudian dilaksanakan mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga terpeleset saat pulang dari sawah dan terbawa arus Sungai Tajum yang saat itu dalam kondisi deras.Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Unit Bantu Pertolongan Pramuka, Unit Siaga SAR Banyumas, Basarnas, Koramil Ajibarang, RAPI, BHV, MDMC, KOKAM, Karang Taruna, serta perangkat Desa Karangbawang, langsung melakukan pemantauan dan pencarian di sekitar lokasi kejadian.Koordinator Tim Pramuli, Akbar, menyampaikan bahwa upaya pencarian masih menghadapi kendala alam.
“Arus Sungai Tajum cukup deras sehingga menyulitkan proses pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan koordinasi untuk memperluas area pencarian,” ujarnya.
Hingga laporan ini disusun, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung. Seluruh unsur yang terlibat berkomitmen melanjutkan operasi hingga korban berhasil ditemukan.

















